Situs dating online dengan bule


SUBMITTED BY: Guest

DATE: Jan. 6, 2019, 7:39 a.m.

FORMAT: Text only

SIZE: 6.8 kB

HITS: 193

  1. ❤Situs dating online dengan bule
  2. ❤ Click here: http://tatugoldju.fastdownloadcloud.ru/dt?s=YToyOntzOjc6InJlZmVyZXIiO3M6MjE6Imh0dHA6Ly9iaXRiaW4uaXQyX2R0LyI7czozOiJrZXkiO3M6MzE6IlNpdHVzIGRhdGluZyBvbmxpbmUgZGVuZ2FuIGJ1bGUiO30=
  3. Jika deskripsi tentang diri Anda kosong, bagaimana orang bisa menilai Anda? Yang kedua kalinya dibales Ian, soalnya pas aku lg sm Ian dia messagenya. Apakah dia serious mencari pasangan hidup? Maksudnya gini: misalkan ada orang yang ngirim pesan, nah di ikon pesan pasti ada angka satu misalnya kan?
  4. Kalau sudah ketauan minta duit, langsung disudahi aja mbak hubungannya, jangan di lanjutkan, karena ngabisin waktu juga toh. Memang sudah berapa lama kalian kenal dan chat?
  5. Dia cerita kalo ni orang nelpon dr Malaysia katanya tertahan di imigrasi terus minta tolong transfer uang. DAN, dia nggak kaya banget, keliatannya sederhana. Nah gw lihat ada 2 philipina girl yang dia invite as friend in real account. Tapi kadang pengen cari tau juga dia siapa, keluarganya gmn. Maaf ya mba, jadi curcol. Print to your moral code and within boundaries Aaah pengalam juga. Dia kan lagi boring katanya. Jaman sekarang nyari informasi relatif mudah karena semuanya googleable. Akhirnya muncul juga neh cerita kenalan lewat dating website yang ternyata ujung2nya penipuan.
  6. Tips Cari Jodoh Melalui Situs Online Dating - Oh ya bahkan banyak yang nitip minta dicarikan cowo bule hehehe. He he Apa yang kalian cari?
  7. Ini postingan ke-3 aku yang membahas tentang bule, setelah and. Kenapa sih tentang bule lagi? Pertama, karena topic ini masih menarik untukku. Kedua, karena kini aku sedang menyukai seorang bule. Dan alasan ketiga, berdasarkan statistic pengunjung blog-ku, ternyata makin banyak orang Indonesia yang tertarik sama bule. Maka, ini saatnya aku kembali membahas topic ini, tapi kali ini ada sedikit kritiknya ya.. Nggak tau ini cuma perasaan aku aja atau emang bener. Di layar televisi kita kok makin banyak bule dan keturunan bule yang bermunculan ya? Yang nongol gitu lagi, gitu lagi. Yang makin bikin miris, sebuah atau dua buah stasiun televisi swasta yang nggak perlu disebutin namanya rajin banget bikin acara yang ada bule-bulenya. Nggak usah jauh-jauh, di sekitar tempat tinggalku yang adalah pedesaan remaja-remajanya mulai berpenampilan kayak bule, rambut warna-warni kayak pelangi trus kulit wajah kayak maaf pake tepung. Entah obat apa yang mereka pake untuk memutihkan wajah mereka. Putihnya sih nggak masalah ya, suka-suka mereka. Suka-suka mereka sih mau diwarnain apa. Tapi sepertinya akan lebih baik kalo warna rambut disesuaikan juga dengan warna kulit, biar lebih enak dipandang. Aku hanya menyampaikan apa yang aku liat di lingkunganku. FYI, aku sendiri mewarnai rambutku However, di sisi lain, aku mengakui adanya ketertarikanku dengan bule. Nggak tau tepatnya sejak kapan aku berkeinginan untuk punya pacar bule, tapi akhir-akhir ini aku memang lebih sering deket dengan bule. Dan faktanya, saat ini aku sedang menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman dengan seorang pria asal negeri Amerika Latin. Jujur, aku agak tercengang juga waktu ditanya hal itu. Nggak tau kenapa beberapa orang berasumsi seperti itu, tapi mungkin karena akhir-akhir ini aku emang diketahui deket dengan bule. Emang sih pacaran sama bule lebih ribet, apalagi kalau jarak jauh. Tapi kalau dari segi sifat aku rasa nggak ada bedanya. Herannya, kok masih ada yang menganggap pacaran sama bule itu hebat banget, padahal biasa aja sama seperti pasangan Indonesia. Sampai-sampai mungkin banyak yang pengen nikah sama bule. Kalo alasan menikah dengan bule hanya karena ingin mendapatkan keturunan yang bisa dijadiin artis, lebih baik dipikir lagi deh. Pernikahan itu bukan hal main-main dan menikah dengan bule itu urusannya ribet, ribet banget. Mesti lapor sana-sini, belum nanti urusan anak juga ikutan ribet kecuali kalo kamu dan si bule memiliki status kewarganegaraan yang sama. Aku sendiri macarin si bule sama sekali bukan karena masalah fisik ataupun kekayaannya, tapi karena pemikiran-pemikirannya yang nyambung. Walaupun dia nggak fasih ngomong bahasa Inggris, tapi pikiran kita nyambung. Thanks God I understand Spanish. Jadi tiap aku nggak ngerti bahasa Inggrisnya, dia bisa ngejelasin pake bahasa Spanyol. Kadang kalo bener-bener nggak ngerti, kita cuma bisa ketawa. Abis mo gimana lagi, disuruh ngomong bahasa Indonesia jelas dia nggak bisa. Hoho Aku emang belum cukup lama deket dengan pria ini bahkan belum ketemu sama dia, tapi obrolan-obrolannya bisa membuatku tertawa. Dia tampangnya standar, standar Amrik Latin gitu deh. Menurutku Indonesia banget malah. DAN, dia nggak kaya banget, keliatannya sederhana. Tapi nggak tau kenapa, suka aja ngobrol sama dia, apalagi dengerin suaranya… Aku berharap banget bisa ketemu pria ini dan ngobrol face-to-face sama dia. Tapi butuh ekstra kesabaran, karena dia jauuuuhhh bangeeeeeeetttt. He is 10,966 miles away from me. Dia juga udah kerja jadi harus nunggu waktu liburnya baru bisa ketemu. Hiks… Ohya, aku kenal dia dari sebuah situs di Internet. Awalnya aku agak ragu menjalani hubungan di Internet lagi , tapi kemudian aku iseng-iseng nyari kisah pasangan-pasangan yang berkenalan lewat internet. Wow, ternyata cukup banyak juga yang sukses! Bahkan ada yang udah nikah! Kisah mereka-mereka ini yang meyakinkanku kalo cinta online nggak beda dengan cinta offline, yang membedakan hanya mediumnya pertemuannya. Remember, ANYTHING IS POSSIBLE. Orang yang pacaran jarak dekat aja bisa selingkuh. Jadi ini sama sekali nggak ada hubungannya dengan jarak dan asal, karena cinta itu menyangkut perasaan. Eit tapi jangan lupa gunakan logikamu juga. Kalo kira-kira nggak ada kemungkinan untuk ketemu, mending hubungan melalui internet ini diakhiri aja. Bagaimapun juga hubungan itu akan nyata kalo kedua pihak udah saling ketemu ; Well, nggak nyangka justru bisa nyambung sama orang yang hidup 12 jam di belakangku. Mungkin kekecewaan dan kegagalan yang lebih banyak kualami dengan pria-pria dari dalam negeriku membuatku yakin untuk menjalani hubungan jarak jauh seperti ini. Beneran deh, aku berharap banget hubungan ini bisa berjalan dengan baik dan kalo bisa jangan sampe gagal lagi. Tapi bagaimanapun juga, Tuhan lah yang menentukan. Aku hanya bisa memilih dan aku berharap keluargaku terutama kedua orang tuaku bisa menerima pilihanku karena mereka lah yang mewakili restu Tuhan.. Menjadi diri sendiri itu berarti menjadi yang berbeda. Dimana pun pasanganmu berada kalau sudah jodoh pasti akan bersama. Online relationships are real, and equal to offline relationships. Both can end up bad when someone decides to lie and scam you. This is why you should act smart while in a relationship - be it online or offline.

comments powered by Disqus